Pekerja sedang memperkuat tanggul sementara pembangunan Bendung Pante Lhong II di Aceh.
Pekerja memperkuat tanggul sementara menggunakan geotube dalam proyek pembangunan darurat Bendung Pante Lhong II.

Pembangunan Darurat Bendung Pante Lhong II Aceh Dikebut Demi Target Beroperasi Oktober

Oleh Bima Bagus Sadewa Winanda 2026-08-04 3 menit

Proyek pembangunan darurat fisik Bendung Pante Lhong II di Bireuen, Aceh, dipercepat dengan target operasional pada Oktober 2026 untuk mengairi sawah warga.

Percepatan Proyek Bendung Pante Lhong II

Pemerintah bersama pihak terkait mempercepat pengerjaan pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan atau Bendung Pante Lhong II yang terletak di kawasan Teupin Mane-Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, demi mengalirkan air ke lahan pertanian warga.

Proyek strategis ini ditargetkan sudah dapat beroperasi penuh pada bulan Oktober mendatang guna memastikan kebutuhan irigasi sawah-sawah di wilayah tersebut kembali normal setelah sempat mengalami kendala akibat bencana.

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Posko Wilayah Aceh secara langsung melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan darurat tersebut pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2026.

Kunjungan lapangan itu bertujuan untuk memastikan progres fisik proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka pemulihan infrastruktur.

Progres Pembangunan Tanggul Sementara

Supervisor lapangan PT Adhi Karya, Teguh, menjelaskan bahwa tahapan pembangunan cofferdam atau tanggul sementara di lokasi proyek saat ini telah rampung sepenuhnya atau mencapai angka seratus persen.

Meskipun struktur tanggul utama telah berdiri, para pekerja di lapangan masih terus melakukan aktivitas penambahan kantong pasir atau geotube untuk memperkuat daya tahan struktur terhadap debit air.

"Kami menambah geotube, supaya cofferdam semakin kokoh," ujar Teguh saat menunjukkan proses pengisian pasir basar ke dalam kantong pelindung tersebut pada hari Senin.

Berdasarkan data teknis di lapangan, proses penguatan tanggul sementara tersebut kini telah mencapai angka enam puluh lima persen dan diprediksi selesai secara keseluruhan pada bulan September tahun ini.

Struktur Utama dan Target Operasional

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut oleh Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, pengerjaan fisik di lokasi melibatkan tiga struktur utama yang membentang sepanjang kurang lebih seratus lima puluh meter.

Struktur tersebut meliputi pembangunan tanggul sementara, pembuatan saluran pelimpah darurat, serta pemasangan pintu kantong lumpur guna mendukung fungsi pengairan secara optimal.

Seluruh rangkaian kegiatan konstruksi darurat ini dijadwalkan rampung pada bulan September 2026 sebelum akhirnya dioperasikan untuk mengairi kawasan pertanian di Kabupaten Bireuen pada Oktober mendatang.

Proyek ini diharapkan mampu memulihkan sektor pertanian setempat secara cepat sekaligus mengembalikan aktivitas perekonomian warga yang sempat terdampak bencana sebelumnya.

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu daerah dan otonomi daerah di Indonesia. Dengan latar belakang Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya, ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika pemerintahan daerah, hubungan pusat-daerah, serta isu-isu pembangunan di berbagai provinsi di Indonesia. Ia secara rutin meliput perkembangan kebijakan daerah dan menyajikan analisis tentang implementasi otonomi daerah di tanah air.