Peserta kategori Family Run Milo Active Indonesia Race 2026 di Surabaya
Suasana antusiasme peserta Family Run dalam ajang Milo Active Indonesia Race 2026 di Surabaya.

Milo Active Indonesia Race di Surabaya, Kategori Family Run Pacu Budaya Sehat Keluarga

Oleh Bima Bagus Sadewa Winanda 2026-08-02 3 menit

Ajang Milo Active Indonesia Race 2026 kategori 2,5K Family Run di Surabaya sukses mencatat peningkatan jumlah peserta hingga mencapai 6.000 orang.

Antusiasme Tinggi Peserta dalam Kategori Family Run di Surabaya

Ajang olahraga tahunan Milo Active Indonesia Race 2026 di Surabaya kembali mencatatkan kesuksesan besar setelah diselenggarakan dengan menarik minat ribuan masyarakat dari berbagai kalangan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Lonjakan partisipasi terlihat secara signifikan pada kategori khusus 2,5 kilometer Family Run yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pencinta olahraga lari di Kota Pahlawan.

Jumlah peserta yang ambil bagian dalam kategori khusus keluarga tersebut mengalami peningkatan pesat hingga menyentuh angka sekitar 6.000 orang pada tahun ini. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun 2025 sebelumnya yang hanya mencatatkan sekitar 5.000 orang peserta.

Penyelenggaraan ajang lari massal ini di Kota Surabaya sendiri tercatat telah dilangsungkan selama tiga tahun berturut-turut karena tingginya tingkat konsistensi dan animo publik setempat. Sports Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Rawindra Ditya, menyatakan bahwa tingginya minat dari masyarakat serta komunitas pelari lokal menjadi faktor utama di baliknya.

Menurut penjelasan dari pihak penyelenggara, "Kami melihat animo dari para pelari dan komunitas pelari cukup tinggi untuk mengikuti acara kita." Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan komunitas olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.

Membangun Budaya Hidup Aktif Melalui Lingkungan Keluarga

Penyelenggaraan kategori Family Run dirancang secara khusus agar aktivitas fisik dapat dinikmati secara menyeluruh oleh setiap anggota keluarga tanpa memandang batasan tingkat pengalaman. Konsep inklusif ini dinilai sangat efektif untuk membangun fondasi budaya hidup aktif yang dimulai dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan budaya olahraga agar tidak hanya terjadi di level individual saja, melainkan merata hingga level keluarga. Rawindra menambahkan, "Tujuannya untuk meningkatkan budaya olahraga yang tidak hanya terjadi di level individual, tetapi juga di level keluarga," dengan harapan kebiasaan sehat ini bisa menjadi budaya masyarakat luas.

Selain itu, kategori khusus keluarga ini juga berfungsi sebagai pintu gerbang atau akses masuk yang ramah bagi masyarakat yang baru mulai mencoba berolahraga. Melalui format jarak 2,5 kilometer, ajang tersebut terbuka sangat luas bagi seluruh kalangan masyarakat, terutama bagi para pelari pemula yang ingin merasakan pengalaman berkompetisi.

Pihak manajemen Nestlé Indonesia juga menegaskan bahwa peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun merupakan bukti nyata atas besarnya minat publik terhadap kegiatan olahraga bersama. Partisipasi aktif dari berbagai kelompok usia mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik secara bersama-sama.

Evaluasi dan Komitmen Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan

Meskipun mencatatkan kesuksesan dan lonjakan jumlah peserta yang cukup masif, pihak penyelenggara tetap membuka diri terhadap berbagai masukan dan kritik konstruktif. Berbagai saran yang masuk dari para peserta akan digunakan sebagai bahan evaluasi penting guna mengembangkan kategori Family Run pada penyelenggaraan di masa mendatang.

Salah satu usulan konkret yang disampaikan oleh peserta kepada pihak panitia adalah keinginan adanya penambahan format khusus untuk orang tua bersama dua atau tiga anak. Terkait hal tersebut, Rawindra mengungkapkan, "Ada peserta yang bilang, anak kami ada dua atau tiga, tetapi kelasnya hanya orang tua dan satu anak."

Seluruh masukan dari masyarakat tersebut dipastikan akan ditampung dan menjadi bahan kajian agar format perlombaan ke depannya semakin relevan dengan kebutuhan keluarga. Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menegaskan bahwa setiap acara yang digelar selalu diiringi dengan proses evaluasi yang mendalam.

Komitmen perusahaan terhadap perbaikan kualitas acara tercermin dari pernyataan Fajar, "Selalu akan ada evaluasi, selalu akan ada learning yang kita dapatkan dari setiap acara yang kita adakan." Evaluasi berkala ini diharapkan mampu menjaga standar penyelenggaraan ajang olahraga tetap optimal bagi seluruh peserta.

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu daerah dan otonomi daerah di Indonesia. Dengan latar belakang Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya, ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika pemerintahan daerah, hubungan pusat-daerah, serta isu-isu pembangunan di berbagai provinsi di Indonesia. Ia secara rutin meliput perkembangan kebijakan daerah dan menyajikan analisis tentang implementasi otonomi daerah di tanah air.