Evakuasi korban kapal terbakar di perairan Madura
Tim SAR gabungan melakukan operasi evakuasi korban KMP Mutiara Sentosa 2

Tragedi Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa, Empat Penumpang Tewas Di Perairan Sumenep

Oleh Deska Nova Saputra 2026-08-02 3 menit

Empat orang penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8).

Evakuasi Korban Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa

Kepala Biro Humas dan Umum Basarnas Hendra Sudirman menyatakan bahwa sebanyak empat orang penumpang kapal Mutiara Sentosa 2 dilaporkan meninggal dunia dalam insiden terbakarnya kapal tersebut di perairan utara Sumenep, Madura, pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026, setelah petugas gabungan bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan darurat di lokasi kejadian.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga pukul 15.15 WIB, total keseluruhan penumpang yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dari lokasi musibah tercatat mencapai 218 orang dari berbagai titik koordinat pencarian di sekitar perairan utara Pulau Buruan, Sapudi, Madura.

Dari total korban yang berhasil dievakuasi tersebut, sebanyak 214 orang dinyatakan selamat dari maut, sementara empat orang korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh petugas gabungan yang diterjunkan ke lapangan sejak pagi hari.

Pihak Basarnas menegaskan bahwa "218 orang korban terevakuasi, 214 selamat dan empat meninggal dunia," sebagaimana diungkapkan oleh Hendra Sudirman saat memberikan keterangan resmi kepada media terkait perkembangan penanganan musibah laut tersebut.

Kronologi Dan Penanganan Darurat Di Lokasi

KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar awalnya dilaporkan mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu pagi dengan mengangkut sekitar 250 orang penumpang di atas kapal.

Petugas siaga Kantor SAR Surabaya pertama kali menerima informasi darurat mengenai musibah kebakaran tersebut dari pihak Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB, yang kemudian disusul oleh konfirmasi resmi dari operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran selang satu menit kemudian.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak perusahaan operator kapal, nakhoda sempat melaporkan kejadian kebakaran yang berlangsung di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB sebelum akhirnya komunikasi dengan nakhoda terputus total.

Kantor SAR Surabaya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lanjutan dengan Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB guna memastikan posisi koordinat terakhir kapal sebelum akhirnya terdeteksi berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.

Unsur Tim SAR Gabungan Dan Posisi Terakhir Kapal

Komunikasi intensif yang dilakukan oleh Stasiun Radio Pantai atau SROP Kalianget dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB berhasil memastikan posisi pasti dari KMP Mutiara Sentosa 2 di tengah laut.

Pos SAR Sumenep sebelumnya juga telah membangun koordinasi strategis dengan SROP Kalianget pada pukul 09.00 WIB untuk mempercepat pelacakan posisi kapal yang membawa ratusan penumpang dalam rute pelayaran antarprovinsi tersebut.

Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai unsur instansi terkait secara terpadu, di antaranya KN SAR 249 Permadi, Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Sumenep, Syahbandar Surabaya, VTS Surabaya, SROP Kalianget, dan KSOP Kalianget.

Selain unsur instansi pemerintah, operasi kemanusiaan ini turut dibantu oleh armada kapal niaga dan tunda di sekitar lokasi seperti Kapal Meratus Project 3 serta TB Hasnur 26 untuk mengoptimalkan proses evakuasi korban.

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra adalah jurnalis yang berfokus pada isu-isu nasional dan kebijakan strategis pemerintah. Lulusan Jurnalistik dari Universitas Padjadjaran ini memiliki pengetahuan luas tentang berbagai isu nasional, mulai dari kebijakan ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. Ia dikenal dengan liputannya yang mendalam tentang program-program pemerintah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.