Rektor ITS Bambang Pramujati dalam forum pimpinan PTN-BH
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Bambang Pramujati.

Rektor ITS Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi Inklusif Tanpa Kekerasan

Oleh Tim Redaksi Victor Explain 2026-08-01 3 menit

Rektor ITS Bambang Pramujati menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, berpusat pada manusia, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Penguatan Ekosistem Kampus Inklusif dan Berpusat pada Manusia

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Bambang Pramujati secara resmi menyerukan pentingnya penguatan ekosistem kampus yang inklusif serta antikekerasan dalam acara U25 PTN-BH Leaders Forum 2026 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh berbagai jajaran pimpinan perguruan tinggi negeri badan hukum guna mendiskusikan strategi komprehensif dalam memajukan kualitas institusi pendidikan tinggi di Indonesia agar tidak hanya unggul dalam aspek akademik semata.

Dalam pemaparannya, Bambang menilai bahwa standar kualitas sebuah universitas di era modern saat ini harus mampu melampaui pencapaian akademik konvensional melalui penciptaan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh sivitas akademika.

"Universitas harus membangun ekosistem yang berpusat pada manusia," kata Bambang, seraya menambahkan bahwa institusi pendidikan tinggi wajib menghadirkan kesempatan berkembang secara merata bagi setiap individu di dalamnya.

Pilar Strategis dan Pengembangan Teknologi Asistif di Kampus

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep universitas inklusif tidak sekadar mengakomodasi berbagai perbedaan latar belakang, melainkan juga wajib menyediakan ruang yang memadai agar setiap insan akademik dapat mengoptimalkan potensinya.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi yang diciptakan oleh dunia akademik harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang ada di tengah masyarakat luas saat ini.

"Inovasi teknologi harus menyelesaikan persoalan kemanusiaan," ujar Bambang, menjelaskan bahwa Institut Teknologi Sepuluh Nopember kini terus berorientasi pada pengembangan riset yang berpihak kepada kebutuhan publik.

Guna mewujudkan visi tersebut, ITS telah merumuskan lima pilar utama yang mencakup tata kelola institusi, pengembangan infrastruktur, optimalisasi kampus digital, peningkatan kesejahteraan, serta penerapan inovasi yang inklusif.

Perhatian Terhadap Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan Seksual

Selain fokus pada aspek teknologi dan tata kelola, pimpinan tertinggi ITS tersebut juga menyoroti urgensi penanganan kesehatan mental di lingkungan kampus yang sering kali luput dari perhatian institusional.

Ia merekomendasikan penerapan metode pendekatan khusus yang dikenal sebagai Look, Listen, Link untuk mendeteksi secara dini serta memberikan dukungan optimal terhadap kesejahteraan mental sivitas akademika.

"Seluruh lapisan perlu mampu mengenali gejala awal dan menghubungkan ke layanan profesional," ungkapnya, sembari menekankan bahwa proses pendampingan yang tepat harus dimulai sejak tahap skrining awal.

Di samping isu kesehatan mental, ITS juga berkomitmen penuh dalam pencegahan kekerasan melalui penguatan peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual sebagai syarat mutlak terciptanya lingkungan kampus yang aman.

Tim Redaksi Victor Explain

Tim Redaksi Victor Explain

Tim Redaksi Victor Explain adalah kumpulan jurnalis politik profesional yang berdedikasi menyajikan berita politik nasional dan internasional terpercaya secara akurat dan cepat. Tim ini bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan, khususnya di bidang dinamika politik, kebijakan pemerintah, hubungan internasional, serta berbagai peristiwa politik di Indonesia dan dunia.