Pelatihan pengurangan susut dan sisa pangan oleh IBCSD dan Pemprov Jawa Barat
Kegiatan pelatihan pengurangan susut dan sisa pangan di Jawa Barat.

Strategi Bisnis Pengurangan Sisa Pangan, Pemprov Jabar dan IBCSD Ambil Langkah Tegas

Oleh Bima Bagus Sadewa Winanda 2026-08-04 3 menit

Pemprov Jawa Barat bersama IBCSD mendorong dunia usaha menjadikan pengurangan sisa pangan sebagai strategi bisnis guna meningkatkan efisiensi operasional.

Dorongan Pengurangan Sisa Pangan untuk Sektor Usaha

Indonesia Business Council for Sustainable Development bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi mendorong sektor hotel, restoran, kafe, serta ritel agar menjadikan pengurangan susut dan sisa pangan sebagai strategi bisnis utama dalam operasional mereka sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Pelatihan Pengurangan Susut dan Sisa Pangan serta Penyelamatan Pangan Berlebih yang diselenggarakan untuk memperkuat komitmen pembangunan rendah karbon di wilayah Jawa Barat.

Program kolaboratif ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut dari kerja sama formal yang terjalin antara IBCSD dan Pemprov Jawa Barat sejak awal tahun guna mendukung penerapan ekonomi sirkular serta ketahanan pangan daerah.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian penting dari inisiatif nasional GRASP 2030 atau Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di Tahun 2030 yang berada di bawah naungan program kerja organisasi IBCSD.

Pengurangan Sisa Pangan Tingkatkan Efisiensi Operasional

Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, menegaskan bahwa penanganan limbah makanan tidak boleh hanya dipandang sebagai isu lingkungan semata, melainkan instrumen penting untuk mendongkrak efisiensi finansial perusahaan.

Menurutnya, setiap bahan makanan yang dibeli tetapi berakhir sebagai sampah tidak hanya merepresentasikan hilangnya komoditas pangan, melainkan juga membakar biaya produksi secara menyeluruh.

Komponen biaya tersebut mencakup pengadaan bahan baku, alokasi tenaga kerja, penggunaan energi, air, biaya penyimpanan, transportasi, hingga ongkos pembuangan akhir di tempat pengolahan sampah.

"Karena itu, mengurangi sisa pangan berarti meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Indah Budiani saat memberikan keterangan pers pada hari Senin.

Timbulan Sampah Makanan di Jawa Barat Masih Tinggi

Berdasarkan data resmi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional 2024, sisa makanan masih tercatat sebagai penyumbang terbesar timbulan sampah di wilayah tersebut.

Porsi sampah sisa makanan di Jawa Barat bahkan mencapai angka 39,02 persen dari keseluruhan total volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan aktivitas komersial setiap harinya.

Kondisi memprihatinkan ini secara tegas menunjukkan betapa krusialnya upaya pencegahan dan mitigasi limbah makanan langsung dari sumber asalnya di tingkat hulu.

Pelaku usaha di sektor HOREKA dan ritel dinilai memegang peranan kunci dalam rantai pasok pangan untuk memangkas angka pemborosan demi mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu daerah dan otonomi daerah di Indonesia. Dengan latar belakang Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya, ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika pemerintahan daerah, hubungan pusat-daerah, serta isu-isu pembangunan di berbagai provinsi di Indonesia. Ia secara rutin meliput perkembangan kebijakan daerah dan menyajikan analisis tentang implementasi otonomi daerah di tanah air.