Kegiatan promosi kawasan industri PT SIER di hadapan investor Taiwan
PT SIER saat memperkenalkan kawasan industri dan potensi investasi di Taipei

PT SIER Genjot Investasi Global, Bidik Pelaku Usaha Taiwan di Taipei

Oleh Bunga Tri Cantika 2026-08-03 3 menit

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut menggencarkan strategi jemput bola dengan mempromosikan kawasan industri modern kepada sekitar 100 investor asal Taiwan di Taipei.

Strategi Jemput Bola PT SIER Gaet Investor Taiwan di Taipei

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut secara aktif memperluas jaringan investasi internasional dengan memperkenalkan kawasan industri modern kepada sekitar 100 pelaku usaha dan investor asal Taiwan melalui ajang Indonesia Business and Networking Forum 2026 yang diselenggarakan di Taipei pada Senin 3 Agustus 2026.

Ajang promosi skala internasional tersebut difasilitasi langsung oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei guna mempertemukan para pemangku kepentingan dalam negeri dengan investor mancanegara serta memperkenalkan potensi besar iklim penanaman modal di Indonesia secara komprehensif.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Jefri Ikhwan Ma'arif, menjelaskan bahwa Taiwan merupakan mitra dagang dan industri yang sangat strategis bagi sektor manufaktur Indonesia dalam memperkuat rantai pasok global di masa depan.

"Taiwan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam sektor industri dan manufaktur, sehingga melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa SIER tidak hanya menawarkan lahan siap pakai tetapi juga menghadirkan ekosistem industri yang modern dan berkelanjutan," ujar Jefri dalam keterangan tertulis.

Pengenalan Fasilitas Modern dan Rencana Ekspansi Wilayah Baru

Dalam sesi pemaparan di hadapan para investor global, pihak manajemen PT SIER merinci berbagai fasilitas penunjang berstandar tinggi yang tersedia di kawasan industri seperti instalasi pengolahan air limbah terpadu serta pemanfaatan energi baru terbarukan.

Selain infrastruktur ramah lingkungan berupa panel surya dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, perusahaan pengelola kawasan industri tersebut juga menerapkan teknologi digital modern termasuk Augmented Reality dan Virtual Reality untuk memudahkan peninjauan lokasi secara virtual.

Tidak hanya memamerkan fasilitas yang sudah beroperasi secara optimal, delegasi perusahaan juga memaparkan rencana strategis pengembangan kawasan industri baru di sejumlah wilayah potensial di Jawa Timur guna mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan lahan masa depan.

"Kami terus melakukan transformasi melalui penguatan infrastruktur pendukung, pengelolaan lingkungan lewat IPAL terpadu, hingga pengembangan kawasan baru yang akan memperluas pilihan lokasi investasi di Jawa Timur," tambahnya.

Benchmarking Kawasan Teknologi Tinggi Serta Prospek Positif Ekonomi Nasional

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di luar negeri, rombongan manajemen PT SIER juga melaksanakan kegiatan studi banding atau benchmarking ke Hsinchu Science Park yang dikenal luas sebagai pusat industri semikonduktor dunia di Taiwan.

Kunjungan strategis tersebut memberikan banyak wawasan baru bagi perusahaan untuk mengadopsi model kolaborasi triple helix yang melibatkan sinergi erat antara unsur pemerintah, institusi pendidikan tinggi, serta dunia usaha dalam membangun ekosistem inovasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei, Arif Sulistiyo, menegaskan bahwa tren pertumbuhan ekonomi nasional yang solid serta realisasi penanaman modal yang tinggi menjadi daya tarik utama bagi para investor global termasuk dari Taiwan.

Berdasarkan data resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,11 persen sepanjang tahun lalu dan terus menunjukkan tren peningkatan hingga menyentuh angka 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026 ini dengan nilai investasi semester pertama menembus US$2,2 miliar.

Bunga Tri Cantika

Bunga Tri Cantika

Bunga Tri Cantika adalah jurnalis ekonomi yang mengkhususkan diri pada kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap sektor politik dan sosial di Indonesia. Dengan latar belakang Ekonomi dari Universitas Brawijaya, ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika ekonomi makro, kebijakan fiskal dan moneter, serta pengaruhnya terhadap stabilitas politik nasional. Ia secara rutin menyajikan analisis mendalam tentang hubungan antara kebijakan ekonomi dan dinamika politik di Indonesia.