Hasil Tes Urine Pilot Malaysia Ungkap Konsumsi Narkotika Jenis Berat
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada Senin, 3 Agustus 2026, membeberkan hasil tes urine terhadap seorang pilot maskapai asal Malaysia bernama Mohd Saufi bin Othman yang tertangkap basah menyelundupkan barang haram ke wilayah Indonesia.
Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Awaludin Amin, menyatakan bahwa pemeriksaan laboratorium menunjukkan tersangka berada dalam pengaruh zat adiktif yang sangat berbahaya ketika menjalankan tugas penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.
Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, zat terlarang yang terdeteksi di dalam tubuh tersangka mencakup beberapa jenis narkotika golongan tinggi yang lazim disalahgunakan oleh jaringan sindikat internasional.
"Positif menggunakan sabu, ineks, dan kokain," ujar Kombes Pol Awaludin Amin saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus penyelundupan narkotika lintas negara tersebut.
Modus Licik Pelaku Siapkan Urine Bersih untuk Mengelabui Petugas
Dalam menjalankan aksinya sebagai kurir narkotika, tersangka ternyata telah merancang strategi khusus untuk mengecoh sistem pengawasan ketat yang diterapkan oleh otoritas bandara internasional.
Kepala Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sebuah botol berisi cairan urine bersih yang sengaja dibawa oleh sang pilot untuk mengantisipasi pemeriksaan mendadak.
Temuan botol penampung cairan tersebut mengindikasikan bahwa pelaku merupakan pemain lama yang sangat paham dengan celah serta prosedur pengujian narkoba yang biasa dilakukan oleh pihak maskapai maupun petugas bea cukai.
"Jadi saat diperiksa itu kami nemuin dia bawa botol, isinya urine. Waktu kita tanya, urine bersih, tanda kutip ya, yang sebelum dia makai. Jadi memang ini sudah pemain gitu," jelas Hengky.
Upaya Sistematis Pelaku Hindari Sidak dan Rekam Jejak Penyelundupan
Pihak berwenang menilai bahwa persiapan matang yang dilakukan oleh Mohd Saufi bin Othman membuktikan keterlibatannya dalam sindikat kejahatan terorganisir yang beroperasi di jalur penerbangan internasional.
Pelaku menyadari risiko tinggi apabila sewaktu-waktu harus menghadapi inspeksi mendadak atau sidak kesehatan dari pihak berwenang sebelum atau sesudah menerbangkan pesawat komersial berpenumpang.
"Dia tahu misalnya nanti ada sidak oleh maskapai, sidak oleh misalnya otoritas bandara, nah dia pakai urine itu nanti rencana dia," imbuh Hengky menerangkan pola operasional tersangka.
Berdasarkan catatan investigasi awal, pilot berkebangsaan Malaysia tersebut tercatat sudah dua kali berhasil membawa masuk jaringan narkotika ke Indonesia dengan imbalan upah mencapai ratusan juta rupiah.