Mantan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pantai Oesina di Kabupaten Kupang
Mantan Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan warga dan petani rumput laut di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang.

Mantan Presiden Joko Widodo Lempar Candaan ke Warga NTT, Singgung Soal Jadwal Kunjungan

Oleh Deska Nova Saputra 2026-07-31 3 menit

Mantan Presiden Joko Widodo melempar candaan kepada ratusan warga NTT yang telah menunggunya sejak pagi di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang.

Antusiasme Warga Menunggu Kedatangan Mantan Presiden Joko Widodo Sejak Pagi

Ratusan warga serta petani rumput lauttps://explain.victorspizzacafe.com/tag/rumput-laut" class="tag-link">rumput laut memadati kawasan Pantai Oesina yang terletak di Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026 guna menantikan kedatangan mantan Presiden Joko Widodo sejak pukul 06.00 Wita.

Selama proses penantian yang memakan waktu cukup panjang tersebut, pihak pembawa acara beberapa kali meminta agar Jokowi bersedia menyapa serta berdialog secara langsung dengan masyarakat yang setia bertahan di lokasi hingga sore hari.

Meskipun harus menunggu selama berjam-jam lamanya di bawah terik matahari, semangat serta antusiasme warga sama sekali tidak surut karena mereka ingin mendengar secara langsung penjelasan terkait pengembangan budidaya rumput laut.

Menanggapi permintaan pembawa acara yang mendesaknya untuk berbicara, Jokowi yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita langsung melontarkan candaan ringan yang seketika mencairkan suasana di tengah kerumunan massa.

Candaan Jokowi Disambut Gelak Tawa Serta Peninjauan Potensi Rumput Laut

Sapaan hangat dari mantan kepala negara tersebut langsung dibarengi dengan pertanyaan bernada santai mengenai waktu kedatangannya yang dijadwalkan pada sore hari di hadapan ratusan warga yang memadati kawasan pantai.

"Saya datang ke Pantai Oesina sore hari. Kalau datang pagi hari ngapain?" ujar Jokowi yang langsung disambut dengan gelak tawa riuh dari seluruh masyarakat yang hadir di lokasi peninjauan.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, ia menilai bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki potensi luar biasa besar untuk menjadi sentra produksi rumput laut nasional yang sangat menjanjikan bagi perekonomian lokal.

Namun demikian, ia mencatat bahwa potensi besar itu belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terkendala oleh sarana penunjang pascapanen yang masih menggunakan metode tradisional di kalangan petani setempat.

Fokus Utama Penyelesaian Masalah Bibit Unggul dan Akses Pemasaran

Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, terdapat dua persoalan utama yang harus segera diselesaikan agar sektor budidaya rumput laut di wilayah ini dapat berkembang dengan jauh lebih pesat ke depannya.

Persoalan pertama yang disoroti berkaitan erat dengan keterbatasan pasokan bibit unggul, sedangkan persoalan kedua menyangkut kepastian akses pasar agar hasil panen melimpah dari petani dapat terserap dengan baik tanpa merusak harga.

"Yang paling penting ada dua hal. Pertama berkaitan dengan bibit unggul karena di sini selalu kekurangan bibit unggul. Kedua berkaitan dengan akses pasar. Kalau nanti produksi meningkat dalam jumlah besar, siapa yang akan membeli? Kalau menumpuk, harganya pasti turun. Itu yang ingin kita bantu," ucapnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap para petani, yayasan yang dibentuknya akan memberikan pendampingan komprehensif mulai dari penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas budidaya, hingga bantuan pemasaran yang direncanakan mulai berjalan secara bertahap pada bulan September mendatang.

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra adalah jurnalis yang berfokus pada isu-isu nasional dan kebijakan strategis pemerintah. Lulusan Jurnalistik dari Universitas Padjadjaran ini memiliki pengetahuan luas tentang berbagai isu nasional, mulai dari kebijakan ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. Ia dikenal dengan liputannya yang mendalam tentang program-program pemerintah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.