Petugas memantau Operasi Modifikasi Cuaca untuk karhutla Kalteng
Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah

BNPB Siagakan Operasi Modifikasi Cuaca Siang Malam Atasi Karhutla

Oleh Bima Bagus Sadewa Winanda 2026-08-01 3 menit

BNPB memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca siang dan malam.

Strategi Penanganan Darurat Karhutla di Kalimantan Tengah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengambil langkah tegas dalam memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026 melalui optimalisasi pemadaman darat dan udara.

Kepala BNPB memimpin langsung rapat koordinasi penting di Posko Operasi Modifikasi Cuaca Bandara Tjilik Riwut guna memastikan seluruh armada pesawat tambahan dan stok bahan semai siap digunakan kapan pun dibutuhkan oleh tim.

Rapat koordinasi strategis tersebut turut dihadiri oleh berbagai instansi terkait termasuk perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan pengelola bandara.

Instruksi khusus diberikan agar pelaksanaan operasi udara dapat berjalan secara fleksibel termasuk pada malam hari demi memaksimalkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah yang terdampak bencana kebakaran lahan.

Optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca Berdasarkan Potensi Awan

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca secara intensif siang dan malam hari sangat bergantung pada hasil pemantauan cuaca harian yang dilakukan oleh tim ahli meteorologi di lapangan untuk mendeteksi keberadaan awan hujan.

Kepala BNPB menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi armada pesawat untuk tidak terbang selama indikasi potensi awan hujan masih teridentifikasi secara akurat oleh radar pemantauan cuaca yang beroperasi di wilayah tersebut.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika diminta untuk terus memantau dan memetakan pergerakan awan secara cermat agar proses penyemaian bahan semai dapat dilakukan secara tepat sasaran dan efektif.

Pernyataan tegas disampaikan oleh Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan tertulisnya pada hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2026 bahwa "Baru saja kita rapat koordinasi sambil melihat OMC oleh tim gabungan, setiap hari BMKG melihat apakah bisa dilaksanakan OMC?".

Prioritas Wilayah Terdampak dan Luas Lahan Terbakar

Distribusi bahan semai berupa Natrium Klorida diprioritaskan secara khusus ke wilayah yang mencatat tingkat kebakaran hutan dan lahan paling tinggi di Provinsi Kalimantan Tengah saat ini.

Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya ditetapkan sebagai titik fokus utama penyemaian bahan semai mengingat eskalasi kebakaran di dua wilayah tersebut menunjukkan angka peningkatan yang signifikan.

Data penanganan menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah telah menembus angka 3.069 hektare seiring dengan semakin meluasnya sebaran titik panas di berbagai kabupaten.

Selain dua wilayah utama tersebut, pemantauan cuaca dan potensi penyemaian bahan semai secara berkala juga terus digencarkan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur guna mengantisipasi perluasan dampak bencana.

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda

Bima Bagus Sadewa Winanda adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu daerah dan otonomi daerah di Indonesia. Dengan latar belakang Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya, ia memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika pemerintahan daerah, hubungan pusat-daerah, serta isu-isu pembangunan di berbagai provinsi di Indonesia. Ia secara rutin meliput perkembangan kebijakan daerah dan menyajikan analisis tentang implementasi otonomi daerah di tanah air.