BPBD Jatim Dukung Penuh Simulasi Bencana di RSUD Dr Soetomo Surabaya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran atau Disaster and Fire Drill yang diselenggarakan oleh RSUD Dr Soetomo di Kota Surabaya pada hari ini.
Kegiatan mitigasi dan latihan darurat tersebut melibatkan sinergi lintas instansi, yakni dengan menggandeng BPBD Kota Surabaya serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya guna memperkuat aspek keselamatan kerja di lingkungan fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan simulasi ini dirancang secara khusus sebagai langkah strategis dalam upaya memperkuat tingkat kesiapsiagaan seluruh tenaga medis dan pegawai rumah sakit dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ketua Tim Pencegahan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesiapan serta antusiasme yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama mengikuti rangkaian tahapan kegiatan simulasi lapangan tersebut.
Melibatkan Ratusan Pegawai dan Evaluasi Pascakebakan Gedung
Simulasi tanggap darurat ini tercatat melibatkan sekitar 250 pegawai yang berasal dari berbagai profesi dan unit kerja di RSUD Dr Soetomo, dengan lokasi simulasi dipusatkan pada lantai 5 dan 6 Gedung Pusat Diagnosis Terpadu serta Gedung Onkologi.
Rangkaian kegiatan latihan evakuasi ini merupakan tindak lanjut penting dari hasil evaluasi pascakebakaran yang sempat melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu atau PPJT yang terjadi pada bulan Mei tahun sebelumnya.
Sebelum pelaksanaan evakuasi lapangan, para peserta terlebih dahulu mengikuti tahapan gladi ruang atau Table Top Exercise yang telah diselenggarakan sehari sebelumnya untuk mematangkan pemahaman skenario darurat.
Menurut Dadang Iqwandi, "Di akhir simulasi memang ada beberapa evaluasi. Namun evaluasi itu menjadi bekal agar pelaksanaan kegiatan serupa semakin baik pada tahap berikutnya. Kami mengapresiasi kesiapan dan antusiasme seluruh peserta selama mengikuti setiap tahapan simulasi."
Komitmen Pimpinan dan Sinergi Lintas Instansi Penanggulangan Bencana
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, bersama jajaran direksi tampak hadir secara langsung untuk memantau dan menyaksikan jalannya proses simulasi evakuasi darurat yang melibatkan berbagai unsur pendukung.
Unsur-unsur pendukung eksternal yang turut ambil bagian dalam pengamanan dan penanganan darurat ini meliputi jajaran kepolisian dari Polsek setempat, Koramil, hingga petugas pemadam kebakaran dari instansi terkait.
Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa menegaskan pentingnya budaya pencegahan di lingkungan rumah sakit dengan menyatakan bahwa, "Pencegahan selalu lebih penting daripada mengobati. Saya ingin seluruh pegawai menanamkan kesiapsiagaan melalui pelatihan yang serius sehingga benar-benar siap ketika menghadapi kondisi darurat. Kesiapan itu hanya bisa dibangun melalui latihan yang dilakukan secara berkala."
Melalui kolaborasi yang kuat antarinstansi ini, pihak manajemen berharap sistem penanggulangan bencana di fasilitas pelayanan kesehatan dapat berjalan semakin efektif guna mempercepat respons dan meminimalkan risiko.