Warga memeriksa selang air di sumber mata air Kalidadap Bantul
Warga Dusun Kalidadap saat memeriksa aliran selang air di sumber mata air Wonosari.

Kisah Warga Kalidadap Bantul Andalkan Puluhan Selang Demi Air Bersih

Oleh Deska Nova Saputra 2026-08-01 4 menit

Puluhan warga Dusun Kalidadap Bantul mengandalkan sekitar 80 selang panjang untuk mengalirkan air bersih dari mata air alami secara mandiri tanpa mesin pompa.

Rutinitas Warga Kalidadap Mengalirkan Air Lewat Selang Panjang

Puluhan warga dari berbagai kalangan usia berkumpul dengan sabar di sekitar sumber mata air alami Sendang Wonosari yang terletak di Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul, pada Jumat (31/7). Di wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM tersebut, warga mengandalkan sekitar 80 selang air dengan panjang bervariasi untuk mengalirkan air menuju rumah masing-masing di lereng perbukitan kapur.

Proses pengaliran air ini dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin pompa sama sekali. Warga harus menyedot ujung selang menggunakan mulut hingga air masuk ke dalam pipa plastik, lalu memanfaatkan gaya gravitasi agar air mengalir lancar melewati selang yang membentang hingga ratusan meter.

Cara tradisional ini telah menjadi bagian dari keseharian warga selama puluhan tahun untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum, memasak, mandi, hingga keperluan ternak. Saat musim kemarau tiba, debit air memang mengecil sehingga warga harus bergantian dengan sabar tanpa pernah saling berebut.

Salah satu warga bernama Teguh mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan 12 rol selang dengan total panjang mencapai sekitar 600 meter karena letak rumahnya yang paling jauh. Rutinitas pengecekan dan penyedotan air ini biasanya dilakukan warga pada waktu-waktu tertentu setiap hari sebelum sebagian air dialihkan untuk irigasi pertanian.

Seni dan Ketelitian Mengatur Aliran Air Tanpa Mesin Pompa

Mengalirkan air melalui selang yang membentang jauh ternyata membutuhkan ketelitian dan teknik tersendiri agar air dapat sampai ke rumah dengan lancar. Warga harus melepaskan setiap sambungan selang terlebih dahulu untuk membuang udara di dalamnya sebelum air dapat melaju dengan cepat.

Setiap selang milik warga telah diberi tanda khusus agar tidak tertukar di antara puluhan selang yang saling bersilangan di sekitar sumber mata air. Pengalaman merepotkan seperti bak penampungan yang kosong mendadak sering kali dialami warga, memaksa mereka mendaki kembali ke sumber air untuk menyedotnya dari awal.

Sagi, seorang warga berusia 72 tahun, mengaku sudah menjalani rutinitas tersebut sejak tahun 1977 tanpa merasa terbebani sedikit pun. Di usianya yang senja, ia masih aktif menyusuri jalan setapak naik turun untuk memastikan air benar-benar mengalir ke dalam tembikar penampungan air ternaknya.

Baginya, perjalanan mondar-mandir mengecek aliran air di lereng bukit tidak hanya menjaga kebutuhan keluarganya tetap tercukupi, tetapi juga membuat tubuhnya tetap bugar secara alami. Ia bersyukur bisa tetap mandiri tanpa harus bergantung penuh pada fasilitas modern.

Upaya Pemerintah dan Alternatif Solusi Krisis Air Bersih

Kepala Dusun Kalidadap II Suroso menjelaskan bahwa wilayahnya dihuni oleh sekitar 330 kepala keluarga yang sebagian di antaranya memanfaatkan sumur dangkal berkedalaman 8 hingga 10 meter. Dulunya warga sempat memiliki sumur bor bantuan, namun fasilitas tersebut akhirnya rusak akibat penggunaan berlebihan dan tingginya biaya perbaikan.

Ketika musim kemarau panjang melanda dan persediaan air menipis, warga terpaksa harus membeli air bersih secara swadaya atau mengandalkan bantuan droping air dari pihak luar. Kondisi ini menunjukkan kerentanan pasokan air bersih yang dihadapi warga pedesaan di kawasan perbukitan kapur Bantul.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan survei langsung ke lokasi Dusun Kalidadap. Pemerintah kabupaten juga telah berkoordinasi dengan BPBD DIY guna menyiapkan alternatif solusi jangka panjang.

Alternatif yang tengah dibuka peluangnya meliputi pembangunan sumur bor baru maupun program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas. Warga berharap program tersebut dapat segera terealisasi untuk meringankan beban mereka dalam memperoleh air bersih.

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra

Deska Nova Saputra adalah jurnalis yang berfokus pada isu-isu nasional dan kebijakan strategis pemerintah. Lulusan Jurnalistik dari Universitas Padjadjaran ini memiliki pengetahuan luas tentang berbagai isu nasional, mulai dari kebijakan ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. Ia dikenal dengan liputannya yang mendalam tentang program-program pemerintah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.